Tulisan terakhir untuk anak-anakku, generatio quarta, yang akan diwisuda esok hari.. Agak panjang, namun bacalah perlahan sampai akhir..

Kalian masih ingat Agustus 2014? Yap, sekitar 34 bulan yang lalu kalian diinagurasi.. Pada saat itu, saya ditunjuk menjadi ketua pelaksana (ciyee, pada gak tahu yaa? :p) bersama dengan Ms Tari.. Berat? Jelas. Ada banyaaaaaaak sekali hal yang dipersiapkan.. Dari seragam kalian yang sampainya mepeeeeeet banget, sampai riuhnya pengantaran kembali orangtua kalian ke tempat masing-masing.. Ketahuilah nak, inagurasi adalah moment dimana orangtua kalian “melepas” kalian untuk bersekolah dan tinggal di asrama SABS (yang pada 34 bulan lalu masih bernama ASBI), melepasnya kepada guru-guru kalian..
Ada makna yang berbeda bagi saya secara pribadi.. Beberapa minggu sebelum inagurasi kalian, saya diamanatkan menjadi kepala asrama SABS bersama dengan Ms Grace.. “Umur 23 tahun jadi kepala asrama, bisa apa gw?” pikiran itu banyak muncul, bahkan di benak saya sendiri.. Saya curhat sedikit yaa, tak jarang saya mendapat ‘tatapan kaget’ dari orangtua kalian tatkala saya memperkenalkan diri sebagai kepala asrama kalian, sebagai orangtua kalian selama kalian di SABS.. Tak aneh, sungguh tak aneh, karena jika saya di posisi mereka, tentu saya akan ragu jika kepala asramanya bahkan belum berusia 25 tahun.. Masih anak ingusan lah.. Namun, kalianlah anak-anak yang membuat saya berani, membuat saya percaya bahwa saya bisa dan mampu mengemban tugas tersebut, sampai masa bakti saya berakhir di 2015 yang lalu.. Untuk itu saya berterima kasih, atas semangat dan dukungan yang kalian berikan kepada saya, Bapak Asrama kalian ini..
Maafkan Bapak, anak-anakku tersayang.. I knew I promise to take care of you until the last, but I could make it happened only for your first year there.. Ada kesempatan lain dan keputusan lanjutan yang membuat saya haruslah beralih peran dan tempat.. It was all on me, never ever think that you guys are the reason I left our school, our lovely dormitory.. And it was hard, sooo hard for me to leave you guys at that time.. But decision was made and I gotta leave.. Semoga jikalau ada diantara anak-anak angkatan keempat Bapak ini yang masih “gak terima” karena keputusan saya dahulu, bersedia memaafkan Bapaknya ini π
Tentang kalian, tentu saya punya penilaian saya sendiri.. Bagi saya, setiap angkatan itu unik dan berbeda satu dengan yang lain.. Angkatan kalian, angkatan keempat, adalah angkatan yang paling “pemalu”, dalam maknanya yang baik.. Kebanyakan dari kalian tidak suka ceplas-ceplos, namun tak berarti kalian diam dan tak berdiplomasi.. Jika kalian masih ingat, saya sering mengucapkan di dorm assembly, “speak up and negotiate, if you think you have reasons to be right”.. Kalimat itu bukan kalimat menantang agar kalian selalu protes tatkala ada peraturan baru yang kalian hadapi, namun kalimat itu adalah kalimat penyemangat agar kalian “tulus seperti merpati, namun cerdik seperti ular”.. Asal kalian tahu, saya masih “kepo” meskipun saya sudah meninggalkan SABS.. Saya suka tanya senior/guru kalian tentang perkembangan kalian dan hal-hal yang terjadi.. Dan, sepanjang saya ketahui, you guys did a very good job in living your life there.. It was an honour for me to be your papa, my kiddos π
Well, tomorrow is YOUR graduation day! Saya belum tau kapan kalian secara resmi meninggalkan sekolah dan asrama SABS, namun saya tau sekali bahwa jalan panjang ada di depan kalian.. Kehidupan nyata, dengan orang-orang berbeda dan tantangan tersendiri akan siap mendatangi kalian, entah itu cepat atau lambat.. Ah, saya sih percaya bahwa kalian akan baik-baik saja.. 3 tahun yang kalian alami di SABS bukanlah 3 tahun yang mudah..
Saat kalian masuk ke paragraf ini, coba pejamkan mata kalian dan reka ulanglah dalam benak kalian, perjalanan sejak Agustus 2014 saat kalian diinagurasi, sampai Mei 2017 saat akhirnya kalian diwisuda.. Pejamkan mata kalian, dan hargai proses yang sudah kalian selesaikan..
Bukan perjalanan yang mudah, anakku..
Tinggal jauh dari orangtua kalian di umur yang masih remaja..
Menghadapi perubahan yang banyak dan terkadang tak sesuai dengan ekspektasi..
Menjadi junior dan menghormati sampai menjadi senior dan menyayangi..
Bukan, bukanlah perjalanan yang mudah..
Maka, nikmatilah jam-menit-detik menjelang saat wisuda kalian..
Kalian capek karena latihan ini-itu, mau jalan ke panggung aja banyak banget aturannya?
Kalian lelah karena saat sudah di panggung, kening kalian mendadak terasa gatal dan kalian gak boleh garuk-garuk?
Kalian bete karena harus senyum manis, padahal kalian sudah capek dan lelah?
Kalian kesal karena sampai beberapa jam menuju hari wisuda kalian, masih saja dimarahi?
Nikmatilah…
Nikmati, karena selepas ini kalian akan berjalan sendiri.. Berjalan di kehidupan yang mungkin asing bagi kalian, yang sudab terlalu nyaman 3 tahun tinggal di Wisma Kinasih.. Nikmati, karena bab baru di buku hidup kalian sudah siap untuk kalian tulis..
Sampai jumpa esok hari, semoga ada jodoh kita bertemu di Balai Sidang Kinasih.. Jika di Agustus 2014 saya “menerima” kalian sebagai orangtua asrama kalian, maka ijinkanlah saya “melepas” kalian, karena tidak ada kan istilah “bekas bapak” atau “mantan bapak”?
π